Berita  

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III 2025, Tanda Pemulihan Stabil

Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang solid pada kuartal III tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,04 persen (year-on-year). Angka ini menandakan bahwa ekonomi nasional terus berada di jalur pemulihan setelah menghadapi tantangan global seperti ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga komoditas, dan tekanan inflasi yang melanda berbagai negara.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian tersebut ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi yang kembali bergairah, serta ekspor yang tumbuh positif. Pemerintah juga terus memperkuat sektor-sektor strategis, termasuk industri pengolahan, transportasi, serta konstruksi yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.

Konsumsi Domestik Tetap Jadi Penggerak Utama

Konsumsi rumah tangga, yang berkontribusi lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencatatkan pertumbuhan sekitar 4,8 persen. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya daya beli masyarakat, terutama setelah berbagai program bantuan sosial dan insentif fiskal dari pemerintah terus disalurkan. Selain itu, aktivitas belanja masyarakat meningkat menjelang akhir tahun, seiring dengan naiknya mobilitas dan kepercayaan konsumen.

Kegiatan ekonomi di sektor jasa seperti perdagangan, transportasi, dan pariwisata juga mengalami perbaikan signifikan. Pembukaan kembali destinasi wisata internasional serta meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara turut memberi efek positif bagi pelaku usaha mikro dan menengah.

Investasi dan Industri Tetap Solid

Sektor investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 5,6 persen. Hal ini menunjukkan optimisme pelaku usaha terhadap stabilitas ekonomi nasional. Proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangunan jalan tol, bandara, dan kawasan industri di luar Pulau Jawa menjadi salah satu pendorong utama peningkatan investasi.

Selain itu, industri pengolahan tumbuh konsisten dengan kontribusi signifikan terhadap PDB. Industri makanan dan minuman, logam dasar, serta otomotif menjadi subsektor yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi sumber daya alam agar nilai tambah produk dalam negeri meningkat.

Ekspor dan Neraca Perdagangan Masih Kuat

Ekspor barang dan jasa Indonesia tetap menunjukkan performa positif meskipun harga beberapa komoditas global mulai turun. Produk unggulan seperti batu bara, CPO, dan produk manufaktur tetap menjadi kontributor utama. Di sisi lain, impor juga meningkat seiring kebutuhan bahan baku dan barang modal yang mendukung kegiatan industri domestik.

Kinerja neraca perdagangan yang tetap surplus menandakan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah fluktuasi ekonomi global. Pemerintah menilai stabilitas ini akan menjadi modal penting untuk menjaga keseimbangan fiskal dan memperkuat cadangan devisa negara.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski pertumbuhan 5,04 persen menjadi kabar menggembirakan, sejumlah tantangan masih membayangi perekonomian Indonesia. Tekanan inflasi global, risiko geopolitik, serta perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama masih berpotensi memengaruhi kinerja ekspor. Selain itu, pemerintah juga dihadapkan pada tantangan menjaga kestabilan nilai tukar dan memperkuat daya saing industri domestik.

Namun demikian, prospek ekonomi Indonesia pada kuartal berikutnya diprediksi tetap positif. Dengan dukungan kebijakan fiskal yang ekspansif, suku bunga yang stabil, serta percepatan transformasi ekonomi digital dan hijau, pertumbuhan di atas 5 persen diperkirakan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

Kesimpulan

Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,04 persen di kuartal III 2025 mencerminkan bahwa Indonesia berada pada jalur pemulihan yang stabil dan berkelanjutan. Dengan kombinasi kebijakan pemerintah yang adaptif, dukungan investasi yang kuat, serta partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha, perekonomian nasional diproyeksikan terus menguat. Optimisme ini menjadi sinyal positif bahwa Indonesia siap melangkah menuju fondasi ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *